Sabtu, 04 Mei 2013

Struktur Pasar

Pasar Adalah :
   Salah satu dari berbagai infrastruktur sosial yang dimana terdapat berbagai macam kegiatan jual beli
   didalamnya dengan menggunakan uang sebagai alat tukar pembelian tersebut.

Struktur Pasar Terbagi menjadi 4 yaitu :
- Pasar Persaingan Sempurna
- Pasar Monopoli
- Pasar Monopolistis
- Pasar Oligopoli

* PASAR PERSAINGAN SEMPURNA yaitu:
   sebuah pasar dimana :
- Jumlah produsen banyak
- Volume produksi setiap produsen hanya merupakan bagian yang kecil dari volume transaksi total di pasar.
- Produknya homogen
- Informasi pasar sempurna
- Mobilitas faktor produksi sempurna.     

Aplikasi :
- Produsen secara individual tidak dapat mempengaruhi harga,
- Harga ditentukan oleh pasar,
- Produsen sebagai price maker,
- Kurva sejajar sumbu horizontal.
Kurva Pasar Persaingan Sempurna


      Dalam pasar persaingan sempurna, keputusan mengenai jumlah output perusahaan
secara individual tidak bisa mempengaruhi tingkat harga, dan untuk keputusan
mengenai penentuan harga, kurva permintaan menggambarkan secara horizontal,
olehkarena itu harga dianggap konstan, berapapun output yang dihasilkan. Dengan
demikian maka laba total akan didapat pada saat: MR = P = MC sepanjang P > AVC.


Minggu, 28 April 2013

Ongkos dan Penerimaan

Pengertian Ongkos (cost/biaya) :

  • Biaya (Cost) adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.


Macam - Macam Ongkos



  1. Total Fixed Cost(ongkos total tetap : 
    adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi.C)ontoh penyusutan, sewa, dsb.Biaya total (TFC) tidak tergantung pada kuantitas output (Q),sedangkan biaya variabel total bergantung pada kuantitas output.

  2. Total Variabel Cost ( ongkos variabel total ) 
    adalah jumblah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan.Contoh ongkos bahan mentah, tenaga kerja dan sebagainya.
  3. Total Cost (ongkos total ) 
    adalah penjumblahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel. TC = TFC + TVC
  4. Averege Fixed Cost ( ongkos tetap rata-rata ) 
    adalah ongkos tetap yang dibebankan untuk setiap unit output. [
    AFC = (TFC / Q)*Q] 
    Biaya tetap rata-rata (AFC) menurun secara kontinyu sampai mendekati garis horisontal, karena AFC = TFC/Q
  5. Averege Fixed Cost (ongkos variabel rata-rata) 
    adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output. 
    AVC = TVC/Q
  6. Averege Total Cost (onggkos total rata-rata) 
    adalah ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output 
    ATC = TC / Q
  7. Marginal Cost (ongkos marginal) 
    adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output. 
    MC = ∆TC / ∆Q = ∆TVC / ∆Q
Pengertian Penerimaan/Pendapatan:

Pendapatan adalah semua penerimaan produsen dari hasil penjualan barang atau outputnya. Atau berapa jumlah pendapatan yang akan diperoleh dengan memproduksi  barang tersebut.

Macam-Macam Penerimanaan(Revenue) :


  1. Total Revenue (TR) 
    adalah penerimaan total dari hasil penjualan output. 
    TR = P*Q 
    dimana : P = Price / Harga dan 
    Q = Quantity / Jumlah Barang

  2. Average Revenue (AR) 
    adalah penerimaan perunit dari penjualan output. 
    AR = TR / Q = (P*Q)/Q = P jadi, AR = P
  3. Marginal Revenue (MR) 
    adalah kenaikan atau penurunan penerimaan sebagai akibat dari penambahan atau pengurangan satu unit output. 
    MR = ∆TR / ∆Q

Didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadi fokus utama dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum, yaitu ongkos (cost) dan penerimaan (Revenue).

Terdapat tiga pendekatan perhitungan pendapatan maksimum, yaitu :

1. Total penerimaan (Total revenue : TR),

yaitu total penerimaan dari hasil penjualan. Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya,

dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).

2. Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR),

yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.

3. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR),

yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output. Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal. Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :
1. Positif;
2. Sama dengan nol;
3. Negatif.

 
Kurva Ongkos Produksi Jangka Panjang

Kurva Biaya Total

Kurva Ongkos Variabel Rata-Rata

Kurva Kemungkinan Kapasitas Produksi

sumber :
http://idadwiw.wordpress.com/2012/06/30/macam-macam-ongkos-dan-kurva-ongkos/
http://nabiyutiful.blogspot.com/2010/05/permintaan-dan-penawaran-artikel.html

Perilaku Produsen

Teori :

Produksi adalah usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Dan orang yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan disebut produsen. Untuk dapat melakukan kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan  faktor – faktor produksi. Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan. Sedangkan Produsen ialah orang/perusahaan yang melakukan produksi. 
1. Faktor produksi asli
Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai berikut :
  • Alam. Contohnya : tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh – tumbuhan, hewan, barang tambang.
  • Tenaga kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah atau diolah menjadi barang hasil produksi.
2. Faktor produksi turunan
Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan keahlian.
Fungsi Produksi
Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output). Misalkan kita memproduksi jeans. Dalam fungsi produksi, jeans itu bisa diproduksi dengan berbagai macam cara. Kalau salah satu komposisinya diubah begitu saja, maka hasilnya juga akan berubah. Namun, output dapat tetap sama bila perubahan satu komposisi diganti dengan komposisi yang lain. Misalnya penurunan jumlah mesin diganti dengan penambahan tenaga kerja. Secara matematis, fungsi produksi dapat ditulis sebagai berikut :
Q = f(L, R, C, T)
Dimana :
Q         = jumlah barang yang dihasilkan (quantity)
F          = symbol persamaan (function)
L          = tenaga kerja (labour)
R         = kekayaan alam (resources)
C         = modal (capital)
T         = teknologi (technology)
Perilaku Produsen
Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.
Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis.
Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :
a. Perencanaan. Perencanaan antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis, serta visi perusahaan. Ia harus tau apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.
b. Pengorganisasian. Semua sumber daya yang ada harus bisa ia kelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber daya, modal, maupun manusia.
c. Pengarahan. Agar rencana bisa terwujud, pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.
d. Pengendalian. Kemampuan ini ada hubungannya dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut. Apakah sesuai dengan rencana atau justru sebaliknya.
B.  Produksi Optimal
Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksioutput yang lain.
Tingkat Produksi Optimal
Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :
1.   barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
2.  selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
3.   Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.
Penentuan Volume Produksi yang Optimal
Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variable saja. Biaya variable dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sbb :
1. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
2. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).
Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi.Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :
1. Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
2. Biaya modal (opportunity cost of capital)
3. Biaya keusangan
4. Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
5. Biaya asuransi persediaan
6. Biaya pajak persediaan
7. Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
8. Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.


Contoh Soal :
JIKA DIKETAHUI :
FUNGSI PRODUKSI ( Q ) = 10 L 0,5 K 0,5
FUNGSI BIAYA PRODUKSI : 2000 = 4 L + 8 K
PERINTAH :
-BERAPA OUT PUT MAKSIMAL
-BERAPA JUMLAH TENAGA KERJA DAN KAPITAL UNTUK MENCAPAI OUTPUT MAKSIMAL TERSEBUT
-BERAPA BIAYA MINIMAL UNTUK MENCAPAI OUT MAKSIMAL TERSEBUT


Jawaban :


 * Q = 10 L 0,5  K 0,5         TC : 2000 = 4 L + 8 K

MRTSLK = MPL : w  = MPK : r = ( 5L- 0,5  K -0,5 ) : 4 = ( 5L- 0,5  K -0,5 ) : 8



* 40 L -0,5 K 0,5 = 20 L 0,5 K -0,5 ( x L 0,5 ) : 40 K 0,5 = 20 L K -0,5
* 40 K 0,5 = 20 L K -0,5 ( x K 0,5 ) : 40 K = 20 L
                                                : L = 2 K
* 2000 = 4 ( 2 K ) + 8 K 2000 = 16 K K = 125
L = (2) 125 L = 250
* Q = 10 (250) 0,5 (125) 0,5 = 1.767,8 OUPUT MAK


* UNTUK MENCAPAI OUTPUT MAKSIMAL (1.767,8) MAKA JUMLAH TENAGA KERJA YANG DIGUNAKAN SEBANYAK 250 DAN JUMLAH KAPITAL YANG DIGUNAKAN SEBESAR 125

sumber :
http://hertoniraditya.wordpress.com/2012/03/21/perilaku-produsen
http://ssantoso.umpo.ac.id/wp-content/uploads/2012/03/4.-TEORI-PERILAKU-PRODUSEN.pdf         

Jumat, 29 Maret 2013

Perilaku Konsumen

Konsumen adalah sekumpulan atau individu yang memakai,membeli, dan menikmati hasil produksi dari produsen, 

Perilaku Konsumen yaitu Suatu sikap yang melibatkan pemilihan,pengevaluasian ,dan pengambilan keputusan dalam suatu sistem ekonomi yang melibatkan harga, kualitas, dan kuantitas suatu barang .

Konsumen secara relatif biasanya memilih barang yang jauh lebih murah dengan kualitas yang sama dan kuantitas yang banyak, namun ada juga dari kalangan-kalangan tertentu dari konsumen yang memilih barang-barang yang jauh lebih dikenal orang banyak dengan tujuan untuk meningkatkan status sosial mereka. namun ada juga yang hanya memikirkan kuantitasnya semata dengan harga yang sangat murah tanpa harus memikirkan kualitas dan fungsi barang tersebut, tidak menutup kemungkinan banyak pula dari kalangan konsumen yang memiliki perilaku lebih hati-hati dengan menggunakan uangnya untuk memilih barang yang harga terjangkau dengan kualitas dan fungsi yang baik tanpa mengesampingkan   kuantitasnya juga.

 Pendekatan Kardinal
Menurut pendekatan kardinal kepuasan seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan (misalnya:uang). Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasional akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dimilikinya. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada individu (konsumen) yang bersangkutan. Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang.


 Pendekatan Ordinal
Dalam Pendekatan Ordinal daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve, yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama.


 Elastisitas Adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan variabel lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.


 Jenis-jenis elastisitas antara lain :


• Elastisitas harga ( price elasticity ).
Adalah % perubahan kuantitas permintaan barang yang diminta sebagai akibat dari perubahan harga barang tersebut. Rumusnya adalah :
Ep = %perubahan kuantitas yang diminta / %perubahan harga barang tersebut
Keterangan :
1. E > 1, maka elastis2. E < 1, maka inelastic3. E = 1, maka elastic tunggal 


Sumber : http://alandwidharma.blogspot.com/2011/03/tugas-2-teori-organisasi-umum-2.html

Rabu, 27 Maret 2013

Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

PENGERTIAN

** Permintaan yaitu : Jumlah/ banyaknya barang yang diminta konsumen untuk memenuhi kebutuhannya dengan harga dan periode tertentu.

** Penawaran adalah keadaan dari hubungan antara harga dan jumlah penawaran.
Teori Penawaran yaitu analisis dalam ilmu ekonomi yang menerangkan faktor-faktor yang menentukan penawaran dan bagaimana faktor-faktor ini akan menentukan keseimbangan dan perubahan keseimbangan di pasar.
Hukum Permintaan dan Penawaran yaitu :

Jika harga semakin tinggi harga maka akan semakin rendah permintaan barang, namun sebaliknya semakin rendah harga maka akan semakin meningkat permintaan barang.

 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan :
a. Harga barang itu sendiri
b. Harga barang lain yang mempunyai kaitan erat dengan barang tersebut
c. Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat
d. Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat
e. Cita rasa masyarakat/selera konsumen
f. Jumlah penduduk
g. Ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang


Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran :
1. Harga barang itu sendiri
2. Harga barang lain yang mempunyai kaitan erat dengan barang tersebut
3. Biaya produksi
4. Tujuan perusahaan
5. Tingkat teknologi yang digunakan



 Penentuan Harga Keseimbangan

Mekanisme Pasar (Teori Permintaan)

* Permintaan Pasar dan Kurva Permintaan (market demand curve), menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta dari berbagai tingkat harganya.
* Hukum Permintaan (law of demand), menyatakan bahwa jika harga naik maka jumlah permintaan turun, ceteris paribus. Atau sebaliknya.
* Ceteris paribus, adalah asumsi bahwa faktor-faktor lain/selain harga dianggap konstan.
* Permintaan pasar adalah akumulasi dari seluruh permintaan-permintaan individual
* Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang (x), Harga barang (x), Harga barang lain (y), Selera (T), Pendapatan (I), Ekpektasi (E) dan faktor non ekonomi




Persamaan Permintaan                    Q = a - bp

Kurva Permintaan

Contoh Soal:

Pada saat harga bawang Rp. 25.000/Kg permintaan akan bawang tersebut sebanyak 200Kg, tetapi pada saat harga telur meningkat menjadi Rp. 50.000/Kg permintaan akan telur menurun menjadi 100Kg, buatlah fungsi permintaannya ? 

Pembahasan : 

Dari soal diatas diperoleh data : 

P1 = Rp. 25.000 Q1 = 200 Kg 
P2 = Rp. 50.000 Q2 = 100 Kg 

Untuk menentukan fungsi permintaannya maka digunakan rumus:

y – y1          x – x1 
——       =   ——– 
y2 – y1        x2 – x1 

dengan mengganti x = Q dan y = P maka didapat,

P - P1        Q – Q1
——-      =  ——–
P2 – P1      Q2 – Q1

      P - 25.000              Q – 200
———————– = —————
     50.000 - 25.000         100 – 200


       P – 25.000           Q – 200 
———————– = ————— 
       25.000                    -100 


P - 25.000 (-100) = 25.000 (Q – 200) 

-100P + 2.500.000 = 25.000Q – 5.000.000 
5.000.000 + 2.500.000 – 100P = 25.000Q 

Q = 1/25.000 (7.500.000 – 100P)
Q = 300 – 0,004P    


B. PENAWARAN

Pengertian, Hukum, Kurva dan Teori Penawaran

Penawaran (Supply)
Yang dimaksud dengan penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual. Penawaran merupakan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh penjual atau produsen.

Hukum Penawaran
Semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. 
Dengan demikian bunyi hukum penawaran berbunyi: “Bila harga naik, jumlah barang yang ditawarkan juga akan naik. Sedangkan bila harga turun, jumlah barang yang di tawarkan juga akan turun”. Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).


Persamaan Penawaran                    Qs = a + bp

Kurva Penawaran


Contoh Soal:

Pada saat harga sebotol sirup Rp. 15.000/botol di toko Tika hanya mampu menjual sirup sebanyak 1000 botol. Pada saat harga sirup Rp. 20.000/botol toko Tika hanya  menjual sirup lebih banyak menjadi 2000 botol. dari kasus tersebut buatlah fungsi penawarannya!

Jawab :

Dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut :
P1 = 15.000 Q1 = 1000 buah
P2 = 20.000 Q2 = 2000 buah

Kita masukan data-data diatas kedalam rumus:

P – P1      Q – Q1
——–    = ———
P2 – P1     Q2 – Q1


   P – 15.000         Q – 1000
————–     = ————-
20.000 – 15.000     2000 – 1000


  P – 15.000     Q – 1000
————– = ————-
     5000            1000


(P – 15.000)(1000) = (Q – 1000) (5.000)

1000P – 15.000.000 = 5.000Q – 5.000.000

-15.000.000 + 5.000.000 + 1000P = 5.000Q

-10.000.000 + 1000P = 5.000Q

Q = 1/5.000 (-10.000.000 + 1000P )

Q = -2000 + 0,2P


Penentuan Harga Keseimbangan
Pengertian harga keseimbangan adalah harga yang terbentuk dari titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan merupakan hasil kesepakatan antara si konsumen dan produsen di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan tersebut bertahan lama dan dapat menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang dinyatakan uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.

 

Sumber : http://rieskyharris.blogspot.com/2011/05/penentuan-harga-permintaan-penawaran.html
             http://gabriellabcde.blogspot.com/2013/03/penentuan-harga-permintaan-dan-penawaran.html

Ruang Lingkup Ekonomi

PENGERTIAN

Ilmu Ekonomi adalah : Ilmu yang mempelajari bagaimana cara perilaku hidup manusia dalam menggunakan dan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri dan cenderung dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan sumber daya sekecil-kecilnya.

Masalah Pokok Ekonomi :

Masalah Pokok Perekonomian adalah disaat kebutuhan/permintaan meningkat namun persedian tidak mencukupi untuk menutupi semua kebutuhan manusia yang relatif tidak terbatas, sehingga masalah ekonomi terbagi menjadi tiga pokok persoalan yaitu :
1. Menentukan Barang dan Jasa yang diproduksi.
2. Menentukan cara barang yang diproduksi.
3. Menentukan untuk siapa barang diproduksi.

Masalah Ekonomi Bagi Konsumen
      Kebutuhan hidup manusia yang tidak terbatas, sedangkan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Kenyataan inilah yang menjadi inti masalah ekonomi. Masalah ekonomi dihadapi oleh umat manusia, apakah mereka sebagai perseorangan, keluarga, perusahaan, atau negara.Pokok persoalannya adalah bagaimanakah dengan sumber-sumber yang terbatas, manusia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang tak terbatas.


Pengaruh Mekanisme Harga 

      Harga sangat mempengaruhi perekonomian didalam negeri, apalagi dimasa globalisasi ini yang banyak mengacu pada harga perekonomian dunia sangat berdampak baik dan buruk bagi perekonomian dalam negeri. dalam lingkup nasional harga sangat identik dengan persaingan,kualitas dan kuantitas, jika mekanisme harga yang buruk dan hanya mementingkan keuntungan sementara,tidak memikirkan dampak kedepan, maka sangat besar kemungkinan perekonomian akan mengalami kemunduran karena perekonomian itu sendiri tidak lepas dengan konsumen sebagai peran penting dalam perekonomian.

Sistem Perekonomian :

A. Sistem Perekonomian Pusat
    Dalam hal ini pemerintah memegang peran dalam mengatur perekonomian secara langsung dengan
menganalisa kebutuhan yang dibutuhkan dan mengalokasikan ke berbagai unit produksi agar dapat dinikmati oleh setiap konsumen dan menggunakan keuntungannya sebagai anggaran belanja negara.

B. Sistem Pakar Bebas 
   Sistem ini dipegang oleh perusahaan atau badan swasta yang mengelolanya, dengan menggunakan sumberdaya yang ada untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

C. Sistem Ekonomi Campuran 
   Dalam sistem ini melibatkan dua sistem yaitu, sistem perekonomian pusat dan sistem pakar bebas yang saling bekerja sama dalam mengatasi masalah ekonomi dan memenuhi kebutuhan masyarakat baik dalam proses produksi maupun pemasarannya, 

Sumber : http://iqbalpratomo.wordpress.com/2012/03/12/ruang-lingkup-ekonomi/

Minggu, 27 Januari 2013

Partisipasi Dalam Proses Pengambilan Keputusan

Pengertian Partisipasi :
Partisipasi berasal dari bahasa Inggris yaitu “participation” adalah pengambilan bagian atau pengikutsertaan. Menurut Keith Davis, partisipasi adalah suatu keterlibatan mental dan emosi seseorang kepada pencapaian tujuan dan ikut bertanggung jawab di dalamnya.


Bentuk partisipasi yang nyata yaitu :
  • Partisipasi uang adalah bentuk partisipasi untuk memperlancar usaha-usaha bagi pencapaian kebutuhan masyarakat yang memerlukan bantuan
  • Partisipasi harta benda adalah partisipasi dalam bentuk menyumbang harta benda, biasanya berupa alat-alat kerja atau perkakas
  • Partisipasi tenaga adalah partisipasi yang diberikan dalam bentuk tenaga untuk pelaksanaan usaha-usaha yang dapat menunjang keberhasilan suatu program
  • Partisipasi keterampilan, yaitu memberikan dorongan melalui keterampilan yang dimilikinya kepada anggota masyarakat lain yang membutuhkannya
Partisipasi buah pikiran lebih merupakan partisipasi berupa sumbangan ide, pendapat atau buah pikiran konstruktif, baik untuk menyusun program maupun untuk memperlancar pelaksanaan program dan juga untuk mewujudkannya dengan memberikan pengalaman dan pengetahuan guna mengembangkan kegiatan yang diikutinya.

Dari pengertian partisipasi diatas, kita dapat menyimpulkan secara sederhana , bahwa Partisipasi dalam proses pengambilan keputusan yaitu :
Pengambilan bagian dengan menyalurkan ide , materi , tenaga , maupun ketrampilan untuk mengambil suatu keputusan yang dibuat, baik dalam sebuah organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan pribadi. 

Namun, saat kita sudah memutuskan untuk ikut andil dalam pengambilan keputusan, kita juga harus mempertimbangkan resiko-resiko dan keuntungan apa saja yang didapat jika mengambil langkah ini dan itu, jangan sampai salah dalam mengambil keputusan karena asal berpartisipasi saja .

               www.clarada25.blogspot.com