Senin, 11 November 2013

Seputar Jaringan Ethernet (Tugas Softskill)


A.   Pengantar Jaringan Ethernet
Pada awal tahun 1970, Bob Metcalfe dan David Boggs mengadakan eksperimen jaringan Ethernet mereka adalah peneliti di Xerox PARC (Palo Alto Reserch Center). Jaringan Ethernet ini menghubungkan antara computer Alto Xerox dengan printer laser dengan laju transmisi data 2,94 Mbps sesuai clock sistem computer Alto. Pada tahun 1977 diterbitkan paten USA untuk Xerox Corporation.
Pada tahun 1979 Digital Equipment Corporation (DEC), Intel dan Xerox bekerja sama untuk membuat standarisasi jaringan Ethernet. Pada tahun 1980, tiga perusahaan tyersebut mengeluarkan spesifikasi jaringan Ethernet versi 1.0 yang disebut Ethernet Blue books atau Standar DIX, singkatan dari nama tiga perusahaan tersbut. Standar ini mendefinisikan sistem jaringan Thick Ethernet (10Base-5), yang didasarkan pada protocol CSMA/CD (Char,Real,Sense, Multiplay Eccess with Collision Detection) 10 Mbps. Jaringan Ethernet ini menggunakan media transimisi kabel koaksia tebal (Thick coaxial). Jaringan ini diosebut jaringan Thick Ethernet karena penggunaan kabel koaksial tebal tersebut. Versi kedua dan yang terakhir standar DIX ini, dikeluarkan tahun 1982 dengan versi 2.0.
Pada tahun 1983, Institute of Electrical And Electronic Engineering (IEEE), mengeluarkan standar IEEE pertama untuk jaringan Ethernet. Jaringan ini dibangun oleh kelompok kerja 802.3 panitia 802 IEEE. Pada tahun 1985, IEEE 802.3a menentukan suatu versi jaringan Ethernet yang disebut jaringan Thin Ethernet, atau Cheapernet atau 10Base-2. Jaringan ini menyederhanakan jaringan jaringan Thick. Transmisi yang digunakan berupa kabel koaksial tipis (thin choxial). Pada tahun 1985, dikeluarkan standar IEEE 802.3b 10 Broad-36 yang mendefinisikan transmisi jaringan Ethernet 10 Mbps melalui sistem kabel broadband. Pada tahun 1987, dikeluarkan 2 standart IEEE yaitu standar IEEE 802.3d untuk mendefinisikan FOIRL (Fiber Optic Inter-Repeater Link) yang menggunakan media transmisi kabel serat optic untuk memperluas jangkauan antara 2 jaringan Ethernet 10Mbps sampai 1000 meter, dan standar IEEE 802.3e yang mendefinisikan standar jaringan Ethernet 1 Mbps menggunakan kabel TP.
Pada tahun 1990, dikeluarkan standar IEEE 802.3i atau disebut standar 10 Base-T yang memungkinkan jaringan Ethernet beroperasi pada kecepatan 10Mbps menggunakan kabel UTP kategori 3. Tahun tersebuit merupakan perkembangan yang sangat menentukan bagi perkembangan jaringan Ethernet berikutnya, sehingga jaringan Ethernet semakin banyak dikeluarkan secara luas.
Perkembangan berikutnya adalah IEEE mengeluarkan standar IEEE 802.3j untuk jaringan Ethernet 10Base-F yang menggunakan media transmisi kabel serat optic. Standar ini merupakan perbaikan dan perluasan standar FOIRL dengan jangkauan sampai 2000meter.
Pada tahun 1995, IEEE meningkatkan kinerja jaringan Ethernet menjadi 100 Mbps dengan standar IEEE 802.3u 100Base-T. jaringan ini disebut dengan jaringan Fast Ethernet. Jenis jaringan Ethernet ini sekarang menggunakan sangat luas. Jaringan Ethernet dapat dibagi menjadi 3 macam berdasarkan media transmisi yang dipakai yaitu :
·         100Base-TX menggunakan 2 pasang kabel UTP kategori 5,
·         100Base-T4 menggunakan 4 pasang kabel UTP kategori 3 dan
·         100Base-FX menggunakan 2 multi-mode kabel serat optic.
Pada tahun 1997, standar IEEE 802.3x dikeluarkan untuk mendefinisikan jaringan Ethernet full-duplex.
Tahun berikutnya yaitu tahun 1998, IEEE meningkatkan lagi kinerja jaringan Ethernet sampai 1000mbps dengan dikeluarkannya standar 802.3z 1000Base-X. versi ini disebut dengan jaringan Gigabit Ethernet. Standar ini dapat dibagi 3 berdasarkan media transmisi yang digunakan yaitu :
·         100Base-SX beroperasi menggunakan laser 850nm melalui kabel serat optic multi-mode,
·         100Base-LX beroperasi menggunakan laser 130nm melalui kabel serat optic single dan multii-mode,
·         100Base-CX beroperasi menggunakan kabel short haul oper atau kabel twinax.
Pada tahun ini juga dikeluiarkan standar 802.3ac yang mendefinisikan perluasan untuk mendukung VLAN(Virtual LAN) yang dipasang pada jaringan Ethernet.
Pada tahun 1999. IEEE mengeluarkan standar 100Base-T yang mendefinisikan jaringan Ethernet 1000Mbps yang beroperasi menggunakan 4 pasang kabel UTP kategori 5.

B.   JARINGAN ETHERNET 1000 Mbps
Maksut jaringan Ethernet 10Mbps adalah jaringan Ethernet yang dapat mendukung kecepatan transmisi data maksimum sebesar 10Mbps pada lapisan fisik protocol TCP/IP. Jaringan Ethernet ini terdiri dari beberapa macam antara lain yaitu: 10Base-5, 10Base-2, 10Broad-36,10Base-T dan 10Base-F. jaringan Ethernet 10Base-F juga dapat d bagi menjadi tiga macam yaitu 10Base-FL,10Base-FB, 10Base-FP.
Jaringan Ethernet 10Base-5
Jaringan Ethernet 10Base-5 merupakan jaringan Ethernet pertama yang di kembangkan tiga perusahaan dengan stndar DIX. Jaringan Ethernet ini menggunakan jenis kabel koaksial tebal 50ohm. Laju transmisi data maximum yang dapat di capai 10Mbps. Jangkau maximum untuk satu segmen kabel adalah 500 meter.
Gambar 27
Keuntungan dalam menggunakan jaringan Ethernet 10Base-5 yaitu:
·         Sangat handal jika di pasang secara sempurna,
·         Mudah menambah workstation dengan cara tapping pada sekmen kabel
Kerugian menggunakan jaringan Ethernet 10Base-5 yaitu:
·         Kabel sangat tebal, berat dan tidak fleksibel, sehingga sulit dalam instalasi
·         Sulit mengisolasi sistem, karena menggunakan topologi bus
·         Tidak mendukung standar jaringan Ethernet berkecepatan tinggi

Jaringan Ethernet 10Base-2
Jaringan Ethernet 10Base-2 merupakan perbaikan  dari jaringan Ethernet 10Base-5 dalam hal masalah pengkabelan. Jaringan Ethernet 10Base-2 mendukung kecepatan transmisi data sampai 10Mbps. Media transmisi yang di gunakan adalah kabel koaksial tipis 50ohm. Jangkau maximum untuk tiap segmen kabel sekitar 185 meter. Jaringan Ethernet ini di dasarkan pada standar IEEE 802.3A.
GAMBAR 28
Jika di bandingkan dengan jaringan Ethernet 10Base-5, maka jaringan Ethernet 10Base-2 lebih sederhana, terutama pada penggunaan peralatan.
Keuntungan dalam menggunakan jaringan Ethernet 10Base-2 yaitu:
·         Instalasi lebih mudah, karna menggunakan kabel koaksial tipis
·         Penggurangan biyaya, karna tidak memerlukan transceiver.
Sedangkan kerugian nya yaitu:
·         Sulit untuk melakukan pelacakan kesalahan
·         Tidak diperbolehkan pemutusan segmen
·         Tidak mendukung transmisi data berkecepatan tinggi

JARINGAN ETHERNET 10Broad-36
Jaringan Ethernet 10Broad-36 disusun berdasarkan IEEE 802.3b yang di keluarkan sekitar tahun 1985. Topologi yang di gunakan dalam jaringan Ethernet 10Broad-36 berupa topologi bus.
Kecepatan aliran data maksimum yang bisa di capi dengan jaringan Ethernet 10Broad-36 adalah 10Mbps. Suatu kelebihan dari jaringan Ethernet ini adalah tentang jangkau untuk tiap segmen  kabel yang dapat mencapai 1800 meter. Dengan sistem ini,  di mungkinkan  untuk menghubungkan beberapaLAN yang letak nya saling berjauhan menjadi sistem terintegasi.
Salah satu kekurangan yang di miliki jaringan Ethernet 10Broad-36 adalah tidak dapat mendukung transmisi full-duplex. Kekurangan ini nanti nya di perbaiki pada jaringan Ethernet 10Base-F yang menggunakan kabel serat optic.

JARINGAN ETHERNET 10BASE-T
Jaringan Ethernet 10Base-T di susun berdasarkan standar IEEE 802.3i. sistem ini merupakan perkembangan yang menentukan untuk perkembangan jaringan Ethernet berikut nya. Media transmisi yang  di gunakan dalam jaringan Ethernet 10Base-T adalah dua pasang kabel UTP kategiri 3 yang  lebih baik di bandingkan kabel UTP biasa. Sepasang pertama di gunaka untuk mengirim data, sedangkan sepasang yang lain di gunakan untuk menerima data. Topologi fisik yang di gunakan berupa  topologi star. Kecepatan transmisi data maksimum yang dapat di capai masih 10 Mbps, sedangkan jangkau maksimum  untuk satu segmen kabel adalah 10 meter. Dalam jaringan ethrnet 10Base-T di perlukan alat tambah berupa hub yang bertindak sebagai konsentrator. Hub juga  dapat berfungsi sebagai repeater.
Gambar 29.
Keuntugan yang dapat di peroleh dalam menggunakan jaringan Ethernet 10Base-T yaitu:
·         Mudah dalam perawatan
·         Mudah dalam melacak kesalahan,
·         Kabel UTP harga nya murah dan,
·         Mendukung oprasi full-duplex.
Sedangakn kerugian  dalam menggunakan jaringan Ethernet 10Base-T yaitu :
·         Jangkau magsimum tiap segmen kabel lebih kecil di banding jaringan Ethernet 10Base-5 atau 10Base-2

Jaringan Ethernet 10Base-F
Jaringan Ethernet 10Base-F  disusun berdasar kan standar IEEE 802.3j. topologi fisik yang di gunakan dalam sistem jaringan ini berupa topologi star. Laju transmisi data maksimum yang dapat di capai adalah 10 Mbps. Dalam kabel serat optic d gunakan  cahaya untuk mengirim data. Panjang gelombang cahaya yang di gunakan untuk  jaringan Ethernet 10Base-F sebesar 850 nanometer.
Gambar 31
Keuntungan yang dapat diperoleh menggunakan jaringan Ethernet ini terutama adalah jangkau maksimum yang dapat dicapai yaitu 2000 meter dan dapat didukung transmisi full-dupleks. Sedangkan kerugiannya adalah biaya investasi yang sangat mahal karena menggunakan kabel serat optic.

C.   Jaringan Ethernet 100 Mbps
Maksud jaringan Ethernet 100 Mbps adalah jaringan Ethernet yang dapat mendukung kecepatan transmisi data maksimum sebesar 100 Mbps. Jaringan Ethernet ini biasanya disebut dengan Fast Ethernet. Jaringan Ethernet yang dapat mendukung transmisi data 100 Mbps antara lain yaitu: 100Base-TX, 10Base T4 dan 10Base-FX.
Jaringan Ethernet 100BaseTX
Jaringan Ethernet 100Base-TX disusun berdasarkan standar IEEE 802.3u. sistem jaringan ini merupakan pengembangan dari jaringan Ethernet 10Base-T. perbaikan yang dilakukan adalah pada kecepatan transmisi data yang menjadi 10 kali, sehingga jaringan Ethernet ini mampu melakukan transmisi pada 100 Mbps. Topologi fisik yang dipakai pada jaringan Ethernet ini berupa topologi star.
Media transmisi yang digunakan pada jaringan Ethernet 100Base-TX adalah dua pasang kabel UTP kategori 5. Dari dua pasang kabel UTP tersebut ierbagi menjadi dua fungsi, satu pasang digunakan untuk mengirim (transmit) data, sedangkan satu pasang yang lain digunakan untuk menerima data.
Jangkau maksimum yang dapat dicapai satu segmen kabel dalam jaringan Ethernet 100Base-TX adalah 100 meter. Dengan jangkau sependek ini, sistem 100Base-TX hanya cocok untuk merancang sistem LAN dalam suatu local yang menyatu. Tentunya jarak LAN tidak boleh lebih dati 100 meter.
Gambar 33


Jaringan Ethernet 100Base-T4
Jaringan Ethernet ini disusun berdasarkan IEEE 802.3u seperti jaringan Ethernet 100Base-TX. Kecepatan transmisi data yang dapat dicapai pada jaringan Ethernet 100Base-T4 sebesar 100 Mbps. Jangkau maksimum yang dapat dicapai satu segmen kabel sebesar 100 meter. Topologi fisik yang digunakan berupa topologi star.
Media transmisi yang digunakan pada jaringan Ethernet 100Base-T4 adalah empat pasang kabel UTP kategori 3. Sepasang kabel pertama dipastikan untuk mengirim data, sepasang kabel kedua dipastikan untuk menerima data, sedangkan dua pasang kabel berikutnya dapat digunakan baik untuk mengirim data maupun menerima data.
Jaringan Ethernet 100Base-T4 jarang digunakan. Sistem ini memerlukan peralatan yang tentunya khusus untuk jaringan Ethernet 100Base-T4 yaitu:
         kabel UTP kategori 3,
         transceiver eksternal 100Base-T4 jika tidak built-in dalam NIC dan hub,
         konektor RJ-45,
         NIC built-in transceiver 100Base-T4, dan
         hub built-in transceiver 100Base-T4.
Bentuk jaringan Ethernet 100Base-T4 akan sama dengan jaringan Ethernet 100Base-TX, jika digunakan NIC dan hub dengan built-in transceiver 100Base-T4.
Keuntungan yang dapat diperoleh dalam menggunakan jaringan Ethernet 100Base-T4 yaitu:
         mudah dalam perawatan,
         mudah dalam melacak kesalahan,
         kabel UTP harganya murah, dan
         kemampuan transmisi data 100 Mbps.
Sedangkan kerugiannya yaitu:
        jangkau maksimum yang dapat dicapai satu segmen kabel 100Base-TX masih 100 meter, dan
         tidak mendukung operasi full-dupleks.
Dibandingkan dengan jaringan Ethernet 100Base-TX tidak berbeda, tetapi jaringan Ethernet 100Base-TX punya kelebihan dapat beroperasi secara full- dupleks, sehingga jaringan Ethernet 100Base-TX lebih banyak digunakan dalam LAN dibanding jaringan Ethernet 100Base-T4.

Jaringan Ethernet 100Base-FX
Jaringan Ethernet 100Base-FX juga disusun berdasarkan standar IEEE 802.3u. Kecepatan maksimum transmisi data pada sistem jaringan ini adalah 100 Mbps. Dibandingkan dengan dua jaringan Ethernet 100Base lainnya, Ethernet 100Base-FX mempunyai keunggulan dalam hal jangkauan maksimum yang dapat dicapai untuk satu segmen kabel yang dapat mencapai 2000 meterer. Topologi fisik yang dipakai dalam jaringan Ethernet 100Base-FX adalah bentuk topologi star.
Media transmisi yang digunakan dalam jaringan Ethernet 100Base-FX adalah 2 kabel serat optik MMF atau disebut kabel serat optik 62.5/125. Angka ini menunjukkan bahwa kabel ini berdiameter 62.5 mikron, sedangkan kelading luar berdiameter 125 mikron. Satu kabel digunakan untuk mengirim data sedangkan kabel yang lain digunakan untuk menerima data. Panjang  cahaya yang digunakan sebesar 1300 nanometer. Untuk membangun jaringan Ethernet 100Base-FX diperlukan keahlian khusus karena peralatan yang digunakan sangat spesifik. Peralatan yang untuk membangun jaringan Ethernet 100Base-FX yaitu: kabel serat optik MMF, transiver 100Base-FX, jika tidak built-in pada NIC dan hub, connector 100Base-FX, NIC built-in konektor 100Base-FX, dan hub/switch built-in konektor 100Base-FX.
Bentuk jaringan Ethernet 100Base-FX sama dengan jaringan Ethernet X jika digunakan transceiver yang built-in dalam NIC dan hub. Pada beberapa merk hub dan NIC yang beredar sekarang, transceiver sudah built- a cukup memudahkan dalam pemasangannya. Keuntungan  yang dapat diperoleh dalam menggunakan jaringan Ethernet yaitu:
·         Mendukung operasi full-dupleks,
·         Kemampuan transmisi data 100 Mbps, dan
·         Jangkau tiap segmen kabel serat optik mencapai 2000 meter.
Kerugiannya yaitu:
·         Perlu keahlian khusus untuk instalasi, dan
·         Peralatan kabel serat optik harganya mahal.
Karena mahalnya peralatan untuk 100Base-FX, maka jaringan Ethernet ini mengatasi masalah jangkau maksimum ya 100Base lainnya. Sistem jaringan ini menghubungkan beberapa LAN yang jarak cukup jauh.

D. Jaringan Ethernet 1000 Mbps
Maksud jaringan Ethernet 1000 Mbps adalah jaringan Ethernet yang dapat mendukung kecepatan transmisi data maksimum sebesar 1000 Mbps. Jaringan Ethernet ini biasanya disebut Gigabit Ethernet. Jaringan Ethernet yang dapat mendukung transmisi data 1000 Mbps antara lain yaitu: 10OOBase- T dan 1000Base-X. Jaringan Ethernet 1000Base-X terdiri dari tiga macam yaitu: 1000Base-LX (long), 1000Base-SX (shori) dan 1000Base-CX (chop- pei). Jaringan Ethernet 1000Base-T menggunakan media transmisi kabel UTP kategori 5e, jaringan Ethernet 10OOBase-LX dan 1000Base-SX menggunakan media transmisi kabel serat optik, sedangkan jaringan Ethernet 10OOBase- CX menggunakan media transmisi kabel twinax.

D. Jaringan Ethernet 10C
Maksud jaringan Ethernet 1000 Mbps ac mendukung kecepatan transmisi data m Jaringan Ethernet ini biasanya disebut Gig yang dapat mendukung transmisi data 1000f T dan 1000Base-X. Jaringan Ethernet 100 yaitu: 1000Base-LX (long), 1000Base-SX ( per). Jaringan Ethernet 10OOBase-T menggui kategori 5e, jaringan Ethernet 1000Base-LX c media transmisi kabel serat optik, sedangku CX menggunakan media transmisi kabel twinax.

Jaringan Ethernet 1000Base-X
Jaringan Ethernet 10OOBase-X disusun berdasarkan standar IEEE 802,3z. Kecepatan transmisi data maksimum yang dapat dicapai adalah 1000 Mbps melalui media transmisi berupa kabel serat optik. Jaringan Ethernet 10OOBase- X terdiri dari tiga macam yaitu: 1000Base-LX, 1000Base-SX dan 10OOBase- ny Mocinn-macinn mfimnnnvai karakteristik vana sedikit berbeda, serta peralatan yang digunakan juga berbeda.
Jaringan Ethernet 1000Base-LX
Huruf L pada LX merupakan singkatan dari Long, yang mengandung pengertian bahwa dalam transmisi data pada jaringan Ethernet 1000Base-LX, digunakan sinar laser jenis long wave. Panjang gelombang sinar laser yang digunakan untuk mengoperasikan sistem jaringan ini sebesar 1270 nanometer sampai 1355 nano meter.
Baik kabel serat optic MMF maupun SMF mendukung sinar laser long wave. Media transmisi yang digunakan untuk jaringan Ethernet 10008ase-LX berupa dua kabel serat optik MMF atau SMF. Kabel pertama digunakan untuk mengirim data, sedang kabel kedua digunakan untuk menerima data.
Peralatan yang diperlukan untuk menyusun jaringan Ethernet 1000Base- LX yaitu:
-          kabel serat optik MMF (62.5/125 atau 50/125) atau kabel serat optik SMF (10 mikro meter),
-          konektor SCdupleks,
-          NIC 1000Base-LX, dan
-          hub atau switch yang mendukung 1000Base-LX
Jangkau maksimum transmisi data untuk satu segmen kabel serat optik tergantung pada jenis kabel serat optik yang digunakan serta operasi yang digunakan apakah full-dupleks atau half-dupleks.

Jaringan Ethernet 1000Base-SX
Sistem jaringan ini hampir sama dengan jaringan Ethernet 1000Base-LX kecuali pada panjang gelombang sinar laser yang digunakan. Huruf S pada SX merupakan kependekan dari short, artinya sistem jaringan ini menggunakan jenis sinar laser short wave. Panjang gelombang sinar laser yang digunakan adalah sebesar 770 nanometer sampai 860 nanometer.
Sinar laser dengan panjang gelombang sebesar itu, hanya didukung oleh media transmisi kabel serat optik jenis MMF. Untuk transmisi data digunakan dua kabel serat optik jenis MMF. Kabel pertama untuk mengirim data, sedangkan kabel yang kedua digunakan untuk menerima data.
Penggunaan panjang gelombang yang pendek akan menghemat biaya karena sinar laser jenis short wave lebih murah dibandingkan dengan sinar laser jenis long wave, tetapi jangkau maksimum yang diperbolehkan untuk satu segmen kabel serat optik menjadi lebih pendek.
Peralatan yang diperlukan untuk menyusun jaringan Ethernet 10OOBase- SX yaitu:
-          kabel serat optik MMF (62.5/125 atau 50/125),
-          konektor SC dupleks,
-          NIC 1000Base-SX, dan
-          hub atau switch yang mendukung 1000Base-SX.
Jangkau maksimum transmisi data untuk satu segmen kabel serat optik
tergantung pada jenis kabel serat optik yang digunakan serta operasi yang
digunakan apakah full-dupleks atau half-dupleks.
Jaringan Ethernet 1000Base-CX
Huruf C pada SC merupakan singkatan dari copper yang mengandung
pengertian sistem ini menggunakan kabel khusus yang disebut twinax atau
short haul copper. Untuk satu segmen kabel, jangkau maksimum transmisi
data sangat dibatasi yaitu sejauh 25 meter.
Peralatan yang diperlukan untuk menyusun jaringan Ethernet 10OOBase-
CX yaitu:
-          kabel twinax,
-          konektor 9-pin Shielded D-subminiatue atau konektor 8-pin ANSI Fibre
Channei Type 2 (HSSC),
-          NIC 1000Base-CX, dan
-          hub atau switch yang mendukung 10OOBase-CX.

Jaringan Ethernet 1000Base-T
Jaringan Ethernet 1000Base-T disusun berdasarkan standar IEEE
802.3ab yang diterbitkan tahun 1999. Kecepatan maksimum yang dapat
dicapai jaringan Ethernet 10OOBase-T sebesar 1000 Mbps. Topologi fisik yang
dipakai pada jaringan Ethernet ini adalah topologi star.
Media transmisi yang digunakan pada jaringan Ethernet 1000Base-T
adalah berupa empat pasang kabel UTP kategori 5e. Kecepatan 1000 Mbps
dapat dicapai karena masing-masing pasangan kabel dapat mengirim data
250 Mbps.
Jaringan Ethernet 10OOBase-T menggunakan empat pasang kabel UTP
kategori 5e (enhanced). Masing-masing pasang digunakan untuk mengirim
dan menerima data secara simultan. Teknik ini disebut transmisi dual-dupleks.
Teknik ini berbeda dengan yang dipakai pada jaringan Ethernet 10Base-T
dan 100Base-TX dimana jalur pengiriman data dan jalur penerimaan data
terpisah.
Perbedaan sistem pengkabelan dan sistem isyarat data yang dipakai
pada jaringan Ethernet 10OOBase-T dan jaringan Ethernet 10Base-T maupun
100Base-TX dapat digambarkan sebagai berikut.
Gambar 34
Pada jaringan Ethernet 10Base-T dan 10OBase-TX digunakan dua pasangan
jalur kabel yaitu:
-          kabel 1 dan 2 sebagai jalur pengiriman data, dan]
-          kabel 3 dan 6 sebagai jalur penerimaan data.
Pada jaringan Ethernet 10OOBase-T digunakan empat pasangan jalur kabel
yaitu:
-          kabel 1 dan 2 sebagai jalur pengiriman-penerimaan data,
-          kabel 3 dan 6 sebagai jalur pengiriman-penerimaan data,
-          kabel 4 dan 5 sebagai jalur pengiriman-penerimaan data, dan
-          kabel 7 dan 8 sebagai jalur pengiriman-penerimaan data.
Pada jaringan Ethernet 1000Base-T, masing-masing pasangan berfungsi
sebagai jalur pengiriman dan penerimaan data. Jaringan Ethernet 10Base-T
dan 10OBase-TX menggunakan dua kabel untuk pengiriman atau penerimaan
data, sedangkan pada sistem jaringan 10OOBase-T menggunakan satu kabel
untuk pengiriman atau penerimaan data.
Peralatan yang diperlukan untuk membangun jaringan Ethernet 10OOBase-
T yaitu:
-          kabel UTP kategori 5e,
-          konektor RJ-45,
-          NIC Gigabit Ethernet 1000Base-T, dan
-          hub atau switch Gigabit Ethernet 1000Base-T
Gambar 35
Topologi fisik yang digunakan dalam jaringan Ethernet 10OOBase-T adalah
topologi star. Pada jaringan Ethernet ini harus digunakan hub atau switch
10OOBase-T. Kebanyakan yang ada di pasaran berupa switch 1000Base-TX.
NIC yang digunakan pada masing-masing komputer juga harus menggunakan
NIC 1000Base-T.
Keuntungan yang diperoleh dalam menggunakan jaringan Ethernet
10OOBase-T sama dengan yang diperoleh pada jaringan Ethernet 10OBase-T.
Kelebihan yang dipunyai jaringan Ethernet 10OOBase-T dibanding jaringan
Ethernet 100Base-TX adalah kemampuan mencapai kecepatan transmisi data
sampai 1000 Mbps. Jangkau maksimum transmisi data yang diperbolehkan
untuk satu segmen kabel masih terbatas 100 meter.
Dengan melihat kelebihan dan keuntungan dari jaringan Ethernet
1000Base-T, sistem jaringan ini bisa digunakan untuk menghubungkan
beberapa LAN yang jaraknya tidak cukup jauh, sehingga kecepatan transmisi
data antar LAN dapat ditingkatkan.

Sumber : Buku Jaringan Komputer , Wagito, Yogyakarta:Gava Media,2005

Karya Ilmiah (Tulisan Softskill)

Pengertian Karya Ilmiah :

      Karya ilmiah adalah sebuah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
Menurut Dr. H. Endang Danial AR., M.Pd (2001:4) :
mengemukakan bahwa karya ilmiah yaitu berbagai macam tulisan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok dengan menggunakan tata cara ilmiah. Apa yang dimaksud dengan tata cara ilmiah? Yaitu suatu penulisan yang didasarkan pada sistem, masalah, tujuan, teori dan data yang digunakan untuk memberikan alternatif pemecahan masalah.
Menurut Djuroto dan Bambang (2003:12-13) :
menguraikan karya tulis sebagai suatu tulisan yang membahas suatu masalah, pembahasan masalah tersebut dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data dari suatu penelitian baik penelitian lapangan, laboratorium atau studi pustaka.
         Dalam karya ilmiah memiliki beberapa gaya penulisan antara lain gaya penulisan deskripsi, merupakan gambaran tertulis yang mana penulis berusaha menggambarkan detail benda-benda atau gelaja yang terjadi dalam bentuk kata-kata; gaya penulisan berbentuk narasi, merupakan jenis gaya penulisan yang menyajikan suatu rangkaian cerita dari suatu kejadian; gaya penulisan ekspose atau penjabaran, gaya penulisan jenis ini menjelaskan dan menafsirkan fakta dan gejala yang timbul dari suatu kejadian; dan gaya penulisan argumentasi, gaya penulisan jenis ini mengemukakan fakta pendukung dari penulis dengan menyajikan alasan-alasan.
       Karya ilmiah dapat berupa tema apa saja, misalkan mengangkat tema tentang bahaya narkoba, pengelolaan sampah yang baik, pencemaran lingkungan, polusi udara yang disebabkan asap pabrik, bahaya merokok dan masih banyak tema lagi yang bisa diangkat untuk menjadi karya ilmiah. Tapi apakah sebenarnya tujuan dari karya tersebut? Tujuan-tujuannya antara lain sebagai berikut:
  1. Untuk menyampaikan ide, maksudnya pokok permasalahan yang ada agar lebih mudah dipahami oleh pembaca maka penulis karya ilmiah membuat dalam bentuk karya ilmiah tersebut.
  2. Untuk melatih kemampuan menulis,
  3. Sebagai tradisi ilmiah, maksudnya dalam pendidikan di bangku kuliah sering mendapat tugas untuk membuat karya ilmiah yang mana memiliki suatu kebanggaan tersendiri.
  4. Sebagai tugas akhir, dalam pendidikan di universitas karya ilmiah juga menjadi salah satu syarat kelulusan. Seperti pada skripsi untuk S1, Tesis untuk S2 dan Disertasi untuk mahasiswa S3.
  5. Digunakan untuk menunjukkan eksistensi dari penulis tersebut melalui karya ilmiah yang dihasilkan.

Berikut adalah contoh judul karya ilmiah :
  1. Pemberdayaan Penambangan Emas Skala Kecil. Studi Kasus : Kecamatan Salopa, Tasikmalaya. Karya: Aryo P. Wibowo, Budi Sulistianto, Arief Sudarsono, Totok Darijanto, Sudarto N.
  2. Studi Perbandingan Kebijakan Mineral Beberapa Negara Dan Kebijakan Mineral Dalam Hukum Pertambangan Indonesia. Karya: Rudianto Ekawan, Aryo P. Wibowo, Buha Edyson.
  3. Estimasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Dari Usaha Pertambangan Bauksit PT. Aneka Tambang Di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sangatta, PropinsiKalimantan Barat. Karya: Aryo P. Wibowo, Siti S.N., Novery N.
  4. Mineral Resources-Based Regional Development A Challenge For Less Developed Country. Karya: Aryo P. Wibowo, Rudy Sayoga Gautama.
  5. Optimasi Penentuan Jumlah Alat Angkut Batubara Dari PIT Ke Chruster Dengan Menggunakan Teori Antrian. Karya: Budi Sulistianto, Jesmin M., Aryo P. Wibowo.


Tujuan karya ilmiah: agar gagasan penulis karya ilmiah itu dapat dipelajari, lalu didukung atau ditolak oleh pembaca.
Fungsi karya ilmiah:
sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
1. Penjelasan (explanation)
2. Ramalan (prediction)
3. Kontrol (control)

Hakikat karya ilmiah: mengemukakan kebenaran melalui metodenya yang sistematis, metodologis, dan konsisten.

Syarat menulis karya ilmiah
1. motivasi dan displin yang tinggi
2. kemampuan mengolah data
3. kemampuan berfikir logis (urut) dan terpadu (sistematis)
4. kemampuan berbahasa

Sifat karya ilmiah
formal harus memenuhi syarat:
1. lugas dan tidak emosional : mempunyai satu arti, sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri (interprestasi yang lain).
2. Logis : disusun berdasarkan urutan yang konsisten
3. Efektif : satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembagan.
4. efisien :hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami
5. ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.

Jenis-jenis karya ilmiah
umum karya ilmiah di perguruan tinggi, menurut Arifin (2003), dibedakan menjadi:
1. Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di
lapangan yang bersifat empiris-objektif. makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir
deduktif atau induktif.
2. Kertas kerja seperti halnya makalah, adalah juga karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan
data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam daripada
analisis dalam makalah.
3. Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain.
Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian
langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa
temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di
bidang spesialisasinya.
4. Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis
mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
5. Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis
berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu
temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh
penulisnya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3).
Manfaat Penyusunan karya ilmiah
Menurut sikumbang (1981), sekurang-kurangnya ada enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut.
1. Penulis dapat terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya
ilmiah, ia mesti membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang hendak dibahas.
2. Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber, mengambil sarinya, dan
mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
3. Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan seperti mencari bahan bacaan dalam katalog
pengarang atau katalog judul buku.
4. Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan data dan fakta secara jelas
dan sistematis.
5. Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.
6. Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

www.jennoamran.blogspot.com

www.faliunsri.blogspot.com

Sabtu, 06 Juli 2013

Struktur Organisasi Data 2

Struktur Data

Struktur Data yaitu : suatu kelompok data yang dapat dikarakteristikan oleh organisasi yang di definisikan terhadapnya.

Struktur data terbagi menjadi 2 :
1. sederhana : Array, Record.
2. majumuk :
          -Linier          : Linier Linked List, Stack, Queue
          -Non Linier  : Binary Tree, Binary Search Tree, General Tree, Graf

di bawah ini ada beberapa Tipe Data yang dipakai dalam Struktur Data :
1. Integer : yaitu anggota dari himpunan bilangan yang dapat dihitung .
    Operasi dasar pada Integer : +, - , * , / , ^ , Div , Mod

  •   Div (Pembagian Integer) yaitu : sebuah hasil integer yang menghilangkan bilangan pecahan/decimal dari hasil pembagiannya. contoh :
           20 Div 3 = 6

  • Mod (Sisa Dari Pembagian Integer) contoh : 
          20 Mod 3 = 2
perbedaan Binary Operator dengan Unary Operator adalah :

Binary operator bekerja pada 2 operand sedagkan Unary Operator bekerja pada 1 operand saja.

2. Real : Jenis data yang ditulis dengan menggunakan tanda titik decimal atau koma decimal.
    pada real terdapat dua penyajian yang terdiri dari mantissa(pecahan) dan eksponen.
      contoh :
                  145000 jika dirumah dalam sistem decimal menjadi 0,145 * 10^6
                   mantissa nya adalah 0,145 eksponennya adalah 6.

3. Boolean yaitu jenis data yang hasilnya True atau False.

  •     Operator Logika ada  : AND, OR, NOT

    AND  : menghasilkan True jika kedua operand bernilai true.
    OR     : menghasilkan True jika salah satu operand bernilai true.
    NOT  : merupakan precedence dari operator AND dan OR.

  • Operator Relational yaitu : > , < , >= , <= , <> dan =
       contoh : 6 > 8   = False
                    8 < 10 = True

4.   Karakter merupakan elemen dari suatu himpunan yang terdiri atas bilangan, abjad, dan simbol khusus.
    contoh : (0,1...9,A...Z,+,-,*,/,^..})

5.   String adalah barisan dari hingga karakter yang dibentuk oleh suatu kumpulan dari karakter.
    karakter yang digunakan untuk membentuk suatu string disebut alfabet. Dalam penulisannya, suatu string
    berada dalam tanda "aphosthrope".

6.   Length
      Nilai dari poerasi ini adalah suatu integer yang menunjukkan panjang dari suatu string
         notasi :  LENGTH(S) = N (integer)
                    di sini S = string  dan N = Integer
7.    Concat
      Operasi ini bekerja terhadap dua string dan hasilnya merupakan resultan dari kedua string tersebut.

8.   SUBSTR
      Operasi ini adalah operasi yang membentuk string baru, yang merupakan bagian dari string yang     diketahui.
    notasi :
               SUBSTR(S,i,j)
         disini : S = string yang diketahui
                  i dan j = integer
                  i  =  posisi awal substring 1 <= LENGTH (S)
                  j = banyak karakter yang diambil
                      0 <= j < LENGTH(S) dan 0 <= 1+ j -1 <= LENGTH(S)

9.   Insert
      Operasi ini adalah untuk menyisipkan suatu string ke dalam string lain. Bentuk umumnya adalah :
       INSERT(S1, S2,i) . S1, dan S2 masing-masing adalah suatu string dan i adalah posisi awal S1, S2

10. Delete
      Operasi ini digunakan untuk menghapus sebagian karakter dalam suatu string.
      Bentuk umumnya adalah :
               DELETE(S,i,j) yang artinya menghapus sebagian karakter dalam string S mulai dari posisi i dengan
                                                         panjang j
MAPPING KE STORAGE
  • Integer
  1. Skema Sign dan Magnitude
  2. Skema One's Complement
  3. Skema Two's Complement
  • Karakter
  1. Extended Binary Coded Decimal Interchange (EBCDI) digunakan kode 8 bit untuk menyatakan sebuah karakter. Jika dihitung, kemungkinan kombinasi seluruhnya : 2^8 = 256
  2. American Standard Code for Information Interchange (ASCII) digunakan kode 7 bit untuk menyatakan sebuah karakter. jika dihitung kemungkinan kombinasinya  2^7 = 128
  • String 
      untuk mengetahui bentuk mapping data storage dari suatu string, perlu diketahui beberapa hal yang menyangkut ruang untuk string yang bersangkutan antara lain :
- letak posisi awal (start) dan posisi akhir (terminal)
- suatu pointer yang menunjukkan lokasi pada storage



Array

Array adalah suatu himpunan hingga elemen terurut dan homogen.
arti dari terurut itu sendiri maksudnya dapat teridentifikasi sebagai elemen pertama,kedua,ketiga sampai
ke-n , sedangkan homogen artinya adalah tipe data dari setiap elemen array itu sama.

Array biasa digunakan untuk membuat matrik atau tabel,  selain itu vektor juga merupakan array yang paling sederhana.


  • Array Dimensi Satu 

Vektor adalah bentuk yang sederhana dari array, yang merupakan array dimensi satu.
     Bentuk umum :
          misal ---> Array N dengan tipe data T dan subskrip bergerak dari L sampai U, maka array N dapat
                   ditulis :
                                            N (L:U)
                         keterangan : L = Lower Bound (Batas Bawah)
                                            U = Upper Bound (Batas Atas)
     banyaknya elemen adalah: U - L + 1


  • Array Dimensi Dua

yaitu suatu array yang setiap elemennya tipe data array pula.
    Bentuk Umum : B(L1:U1,L2:U2)
banyaknya elemen adalah : (U1 - L1+1) * (U2 - L2+1)

Pemetaan Ke Storage  : ARRAY

  1. Dimensi Satu : alamat awal dari memori yang dialokasikan bagi array.
  2. Dimen Dua   : memori komputer adalah linier
         Penilaian array dimensi banyak dengan cara :
1. Row-Major Order.
2. Column-Major Order.

  • Aray Dimensi Tiga  

yaitu suatu array yang setiap elemennya merupakan tipe data array juga yang merupakan array dimensi dua.

Cross Section (Penampang Array Berdimensi-2)
adalah pengambilan salah satu subskrip.
misal : Baris    =  tetap konstan
          Kolom  =  berubah-ubah .
pengertian cross-section pada array dimensi banyak adalah sama seperti pada array dimensi dua.

Transpose Dari Array Dimensi-2.
adalah penulisan baris menjadi kolom atau kolom menjadi baris.

Triangular Array (array segitiga)
dapat berupa :
  1. Upper Triangular : semua elemen di bawah diagonal utama = 0.
  2. Lower Triangular : semua elemen di atas diagonal utama = 0.
Sparse Array
yaitu suatu array yang sangat banyak elemen nol-nya.


 Stack (Tumpukan)

Linier List
suatu struktur data umum yang berisi suatu kumpulan terurut dari elemen; jumlah elemen di dalam list dapat berubah-ubah.

Stack 
adalah suatu bentuk khusus dari linier list, dengan operasi penyisipan dan penghapusan dibatasi hanya pada satu sisinya, yaitu puncak stack (TOP).

Elemen teratas dari stack dinotasikan sebagai TOP(S).
untuk stack S, dengan S = [ S,S2, S3...ST] maka TOP(S) = ST
Jumlah elemen di dalam stack dinotasikan dengan NOEL(S).

Operator penyisipan (insertion) : PUSH
Operator penghapusan (deletion) : POP
Operasi stack : LIFO (last in first out) yaitu terakhir masuk yang pertama keluar.

4 Operasi dasar pada stack :

  1. CREATE adalah operator yang menunjukkan suatu stack kosong dengan nama S.
    jadi  : NOEL(CREATE(S))= 0 
             TOP (CREATE(S)) adalah tidak terdefinisi.
  2. ISEMPTY adalah operator yang menentukan apakah stack S kosong. Operatornya adalah tipe data stack , hasilnya merupakan tipe data boolean;
    ISEMPTY(S) = True . jika S hampa, yaki bila NOEL(S) = 0
  3. PUSH adalah operator yang menambahkan elemen E pada puncak stack S, hasilnya adalah merupakan stack yang lebih besar.
    PUSH(E,S). E ditempatkan sebagai TOP(S).
  4. POP adalah operator yang menghapus sebuah elemen dari puncak stack S, hasilnya merupakan stack yang lebih kecil. POP(PUSH(E,S)) = S
Queue( Antrean)
yaitu suatu bentuk khusus dari linier list, dengan operasi penyisipan(insertion) hanya diperbolehkan pada salah satu sisi, yang disebut REAR, dan operasi penghapusan(deletion) hanya diperbolehkan pada sisi yang lainnya, yang disebut FRONT dari list.

Operasi Queue : FIFO (first in first out) elemen pertama masuk yang pertama keluar.
Operator : Penyisipan    : Insert
                Penghapusan : Remove

4 Operasi dasar Queue :

      1. CREATE (Q) : Operator yang menunjukkan suatu antrean hampa Q.
          berarti : Noel (Q) = 0
                      Front (Q) & Rear (Q) = tidak terdefinisi

     2. ISEMPTY (Q) : Opertaor yang menunjukkan apakah antrean Q hampa.
         Operand   : tipe data antrean.
         Hasil         : tipe data boolean.
         ISEMPTY (CREATE(Q)) = True
     3. INSERT (E,Q) : Operator yang menginsert elemen E ke dalam antrean Q.
         E ditempatkan di bagian belakang antrean.
         Hasil  :  antrean yang lebih besar.
         REAR (INSERT(E,Q)) = E.
         ISEMPTY (INSERT(E,Q)) = False

     4. REMOVE (Q) : Operator yang menghapus elemen bagian depan dari antrean Q.
         Hasil : antrean yang lebih pendek.
         Pada setiap operasi, Noel(Q) berkurang 1 dan elemen ke-2 menjadi elemen terdepan.
         jika Noel (Q) = 0 maka Q = hampa
        Remove (Q) = kondisi error (underflow condition)
        Remove(Create (Q)) = kondisi error (underflow condition)

Penyajian Dari Queue
  1. One Way List (Linear Linked List)
  2. Array
1.      Dengan menggunakan array statis
Operasi-operasi yang dapat dilakukan dalam queue yang menggunakan representasi array statis adalah :
1.1.   Pendeklarasian sebuah queue
Setiap queue memiliki elemen-elemen (field) berupa posisi depan, posisi belakang, elemen antrian, dan maksimal elemennya.
Adapun pendeklarasian queue dalam bahasa C adalah :
#define maks 5
struct TQueue{
                int depan,belakang;
                int maks_queue;
                int antrian[maks];
             };
TQueue Q,Queue,Q2;//deklarasi variable bertipe TQueue

1.2.   Inisialisasi Queue
Inisialisasi queue adalah proses pemberian nilai 0 untuk field depan dan belakang dari queue dan juga pemberian nilai maks ke maks_queue yang menunjukan banyaknya maksimal data dalam queue.
Karena dalam bahasa C elemen sebuah array dimulai dengan 0 maka proses inisialisasi nilai depan dan belakang bukan 0 tetapi -1 sehingga ketika ada proses penambahan elemen (enqueue) akan bernilai 0 sehingga elemen tersebut akan disimpan dalam elemen antrian pada posisi 0.

Implementasi fungsi inisialisasi queue dalam bahasa C adalah
void inisialisasi(TQueue *Q)
{
    Q->maks_queue=maks; //
    Q->depan=-1;
    Q->belakang=-1;
}

Cara pemanggilannya adalah :
Inisialisasi(&Q);
Grafh
Graph adalah kumpulan dari titik ( node ) dan garis dimana pasangan-pasangan titik ( node ) tersebut dihubungkan oleh segmen garis. Node ini biasa disebut simpul (verteks) dan segmen garis disebut ruas (edge).

Simpul dan ruas dalam graph dapat diperluas dengan penambahan informasi. Sebagai contoh, simpul bisa diberi nomor atau label dan ruas dapat diberi nilai juga. Perluasan dengan pemberian informasi ini sangat berguna dalam penggunaan graph untuk banyak aplikasi komputer. Contoh, graph dengan simpul yang merepresentasikan kota dan ruas merepresentasikan jarak yang ditempuh diantara kota-kota tsb. (atau harga tiket pesawat antara kota-kota tsb.) , dapat digunakan sebagai “transportation network” untuk mempelajari total jarak (atau harga) dari suatu perjalanan dengan banyak kota pemberhentian. Satu kemungkinan pertanyaan yang bisa muncul adalah “Jalur mana yang terpendek dengan satu atau lebih tempat pemberhentian, yang menghubungkan kota tertentu menuju kota tertentu lainnya dalam transportation network tersebut ?”. 
Dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam bidang akademis banyak persoalan yang dimodelkan dengan graph. Graph dipakai untuk membantu pemecahan masalah. Dari model graph yang dibuat, suatu masalah dapat dipahami menjadi lebih mudah. Untuk kemudian diturunkan metode pemecahannya.


Grafh adalah :
  • Himpunan V (vertex) yang elemennya disebut simpul (atau) point atau node atau titik.
  • Himpunan E (edge) yang merupakan pasangan tak urut dari simpul, anggotanya disebut ruas (rusuk atau sisi)
Banyaknya simpul disebut ORDER , banyaknya ruas disebut SIZE
Jumlah derajat semua simpul suatu graf (derajat) = dua kali banyaknya ruas graf (size graf). 

Jika Anda ingin melihat contoh GRAFH dan cara menentukan jarak terpendek dengan metode DJIKSTRA silahkan klik DOWNLOAD

sumber : 
1.http://nickyheartbreaker.blogspot.com/2010/05/graph-adalah-kumpulan-dari-titik-node.html
2.http://robbifxr.blogspot.com/2012/03/queue-antrian.html
3.Materi Struktur dan Organisasi Data 2 dosen Detty Purnamasari

CLARA DWI ANJANI
11111678
2KA15